Logo Sabtu, 29 Januari 2022
images

MAJALAHREFORMASI.com - Jika kita ingin bicara dengan orang asing tentunya harus paham dengan bahasa yang mereka gunakan. Sama halnya dengan komputer, sehingga perintah yang di berikan bisa diterima dan dapat dijalankan, pemograman itu disebut coding.

Demikian kata Rico selaku Humas timedoor coding academy kepada wartawan saat ditemui baru-baru ini di kantornya di bilangan kelapa gading, Jakarta Utara.

Timedoor Coding Academy adalah salah satu dari beberapa sekolah coding yang saat ada di Indonesia. Dibentuk tahun 2018 oleh Yutaka Tokunaga, sebelumnya sekolah ini adalah softwear house yang membantu perusahaan-perusahaan di Bali membuat aplikasi termasuk website.

Namun karena saat itu sulitnya merekrut staf programming maka tercetuslah ide untuk membuat sekolah coding. "Tujuan sekolah ini dibentuk untuk agar ada regenerasi selanjutnya," kata Rico.

Kini sekolah coding ini telah memiliki sebanyak 2000 siswa lebih dan di dukung oleh 200 guru yang berpengalaman. Rico mengatakan untuk usia minimun dimulai dari umur 5 tahun sampai 18 tahun dengan dua sampai tiga kali pertemuan dalam seminggu.

Sementara untuk biaya belajar coding di timedoor dimulai dari Rp 500 ribu perbulan.

Di Sekolah coding ini, ujar Rico, mereka dilatih 3 (tiga) hal yakni: logical thinking, problem solving dan Creativity. Ketiga hal ini tidak banyak diterapkan sekolah di Indonesia, berbeda dengan di beberapa negara lain seperti Italy, Amerika dan Philiphina mereka sudah belajar dengan hal yang berbau logical thingking sebenarnya. (David)