Logo Sabtu, 29 Januari 2022
images

MAJALAHREFORMASI.com  – Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Maneger Nasution memberi tanggapan atas terjadinya peristiwa penganiayaan di dalam Rutan Bareskrim Polri, dengan korban dan terduga pelaku merupakan sesama penghuni rutan.

Maneger Nasution menyayangkan terjadinya penganiayaan bisa terjadi di dalam Rutan Bareskrim Polri. Ia juga mempertanyakan kondisi keamanan rutan tersebut. "Meski berstatus tahanan, mereka tetap harus mendapatkan jaminan keamanan, baik dari aparat maupun ancaman dari sesama penghuni rutan lainnya," ujar dia saat ditemui majalahreformasi.com (19/9) malam.

Menurut dia, seharusnya pihak penjaga rutan dapat mengantisipasi gesekan-gesekan yang mungkin terjadi antara sesama tahanan. "Bagaimana pun juga para tahanan harus tetap mendapatkan jaminan keamanan,” tegas Nasution.

Saat ditanya wartawan kesediaan LPSK memberikan perlindung kepada Kace, ia mengungkapkan jika korban memang merasa keselamatannya terancam, yang bersangkutan dapat mengajukan perlindungan ke LPSK.

“Kita terbuka menerima permohonan perlindungan bagi korban, termasuk saksi-saksi yang mengetahui dugaan kasus penganiayaan tersebut,” jelas Nasution.

LPSK juga menyoroti hak-hak korban, seperti mendapatkan perlindungan maupun bantuan medis, rehabilitasi psikologis bahkan pengajuan restitusi atas tindakan yang diterimanya dari pelaku.

Namun, semua hak itu, dapat diakses oleh korban setelah yang bersangkutan mengajukan permohonan ke LPSK dan permohonan diputuskan diterima.

Sebelumnya, tersangka kasus dugaan penistaan agama Muhammad Kece alias Muhamad Kosman mengaku mendapat tindakan yang tidak menyenangkan berupa penganiayaan dari sesama tahanan Irjen Napoleon Bonaparte. (David)