Logo Selasa, 7 Desember 2021
images

MAJALAHREFORMASI.com - Hari Ulos Nasional selalu diperingati setiap tahun tepat pada tanggal 17 Oktober lalu. Berbagai kalangan tak luput mengucapkan selamat termasuk sosok wanita cantik ini.

Pintaomas Surya Dwipayana Panjaitan atau yang akrab disapa Uya oleh teman-temannya ini juga mengaku sangat bangga ketika memakai kain ulos dalam berbagai kesempatan.

"Walaupun saya lahir di perantauan namun saya bangga menjadi orang Batak dengan segala adat istiadatnya yang sarat dengan makna luhur termasuk ulos," tutur Uya kepada wartawan.

Ulos, ujar Uya, adalah simbol dari penyampaian sebuah doa dan pengharapan. Doa yang dimaksud sangat beragam, misalnya agar segera dapat keturunan atau mendapatkan apa yang selama ini menjadi kerinduannya. Bukan hanya itu dapat diberikan sebagai hadiah, tetapi sekaligus sebagai tanda sayang bagi orang-orang yang terkasih.

Putri dari pasangan Leo RT Panjaitan SH., MH dan D.P br Tambunan ini juga menceritakan selain ulos, budaya batak lainnya yang mungkin Kebanyakan masyarakat tidak tahu adalah, tidak boleh menikah dengan semarga. Walaupun berasal dari keluarga yang tidak sama bahkan tidak ada hubungan sama sekali, menikah dengan orang yang semarga tidak diperbolehkan.

Menurut adat, orang yang memiliki marga yang sama walaupun tidak dalam keluarga yang sama tetaplah memiliki hubungan saudara dan dianggap merusak silsilah. Bukan hanya semarga saja, tapi ada juga beberapa marga yang berbeda tapi masih dalam hubungan silsilah yang sama juga tidak diperbolehkan untuk menikah.

Serunya budaya batak ini, dengan segala prosesi adat yang diiringi musik, sambil bernyanyi dan marnortor. Dari upacara adat pernikahan sampai kematian. Selalu diiringi dengan harapan, doa dan rasa syukur. Uya menuturkan semua itu yang menjadi kecintaannya terhadap budaya batak.

Melestarikan budaya Bangsa, imbuh dia, termasuk ulos adalah tanggung jawab semua warga Indonesia khususnya suku Batak. Hal itu dapat dilakukan dengan cara mengikuti acara-acara adat yang saat ini sudah dikemas dengan gaya modern. Memanfaatkan sosial media untuk terus memperkenalkan keaslian budaya, makanannya, tariannya, lagu-lagunya, juga kain ulosnya yang saat ini mulai banyak di modifikasi dengan design kekinian.

Uya selain berprofesi sebagai Advokat juga kerap diminta untuk mengisi acara atau menjadi pembawa acara (MC) di berbagai event. Saat ini istri dari Beston Barto Siboro SH., MH ini telah memiliki 3 (tiga) orang anak dan sedang disertasi untuk gelar Doktor di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, konsentrasi Kebijakan Publik, Universitas Trisakti Jakarta.

Seperti diketahui, kain ulos atau kain tradisional khas suku Batak, Sumatera Utara telah resmi ditetapkan sebagai satu di antara warisan budaya tak benda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 17 Oktober 2014. Satu tahun kemudian, tepatnya 17 Oktober 2015, Kemendikbud menetapkan tanggal 17 Oktober sebagai Hari Ulos Nasional. (David)