Logo Selasa, 23 Juli 2024
images

MAJALAHREFORMASI.com - Sebanyak 15 musisi dan band dari penjuru Indonesia seperti Efek Rumah Kaca, Petra Sihombing dan Voice of Baceprot (VOB) berkumpul di Bali pekan lalu selama 5 hari dan menyatakan komitmennya untuk menyuarakan isu krisis iklim lewat karya musik. Para musisi ini mengikuti kegiatan lokakarya bertajuk "Aktivisme Musik dan Lingkungan" yang diadakan oleh IKLIM (The Indonesian Climate Communications, Arts, and Music Lab).

"Musisi memiliki tugas untuk menciptakan lagu yang dapat membentuk opini publik sehingga isu ini menjadi skala prioritas perbincangan di masyarakat. Jika semakin banyak dibicarakan, akan terbentuk kebijakan atau regulasi yang mendukung. Sinergi kita melalui musik ini bertujuan untuk membentuk opini publik, terutama mengenai krisis iklim," ujar salah satu penggagas IKLIM, I Gede Robi dari band Navicula.

Vania Marisca dari duo Wake Up Iris mengungkapkan rasa senangnya dapat terlibat dalam IKLIM tahun ini dan mengikuti lokakarya. "Di lokakarya ini, kita dipaparkan dari bermacam-macam hal, sebagai musisi kami melihatnya sebagai kesempatan untuk mengolah data itu dengan cara kreatif agar tersampaikan ke khalayak lebih luas."

Lokakarya ini ditutup dengan aktivitas penanaman pohon di area Gianyar sebagai bentuk tanggung jawab musisi terhadap emisi karbon yang dihasilkan untuk menghadiri dan selama beraktivitas di Bali. Selanjutnya, seluruh musisi yang terlibat dalam lokakarya akan menciptakan karya musik dengan pesan kesadaran lingkungan dan krisis iklim. Hasil kolaborasi ini rencananya akan diluncurkan di penghujung tahun 2024. (*)