Logo Selasa, 7 Desember 2021
images

MAJALAHREFORMASI.com - Praktisi hukum dan pengamat sosial Tony Budidjaja memaknai momentum sumpah pemuda sebagai bentuk peringatan bahwa Indonesia adalah bangsa yang sangat besar dan majemuk, terdiri dari berbagai ras, suku bangsa, bahasa, dan agama.

Menurut sosok yang masuk sebagai salah satu dari 100 Pengacara Top Indonesia 2021 versi Asia Business Law Journal tersebut, founding fathers negeri ini juga menyadari bahwa bangsa Indonesia sedang berjuang untuk mengarungi suatu “voyage” atau perjalanan yang sangat panjang dan menantang, serta tidak memiliki jalan untuk kembali (point of no return). Artinya, sumpah pemuda adalah bukti tekad atau ikrar para founding fathers kita untuk berjalan dan hidup bersama dalam mengarungi voyage itu.

Tony berharap agar para pemuda bangga dengan identitas atau jati dirinya sebagai warga negara Indonesia. Terlebih lagi dimata bangsa-bangsa lain negri ini sudah lama dipandang sebagai suatu bangsa yang memiliki keistimewaan budaya dan kekuatan khusus (secret superpower) yang membedakannya dengan bangsa-bangsa lainnya.

Ia mengungkapkan bahwa sumpah yang diucapkan masih relevan hingga saat ini. Pasalnya walaupun bangsa Indonesia yang sudah merdeka lebih kurang dari 76 tahun yang lalu masih belum mencapai destinasi yg dituju (masyarakat yang adil dan makmur) hingga hari ini.

Para founding fathers kita, imbuh Tony, sudah tiada dan perjalanan itu sekarang dilanjutkan oleh anak cucunya. "Kecepatan kita untuk mencapai destinasi yg dituju bergantung pada kemampuan dan komitmen generasi kini," tutur Tony.

Lebih lanjut, Tony menambahkan kekuatan dan kelanggengan suatu bangsa bergantung pada kualitas persatuannya, sementara itu kualitas persatuan suatu bangsa bergantung pd peran serta dan sikap pribadi-pribadi warganya.

Tony juga mengakui kewajiban pemuda saat ini berbeda dengan dahulu. Tetapi semangat dari pejuang terdahulu dapat menginspirasi pemuda saat ini.  Sehingga sumpah pemuda tidak boleh dianggap sekedar seremoni dan memori masa lalu akan tetapi tongkat estafet yang harus dibawa dan diteruskan sampai ke garis finish.

Para pemuda harus paham dengan tugasnya dan tidak boleh diam atau apatis. Mereka punya kewajiban untuk membangun persatuan dan kesatuan bangsa. Generasi muda maupun mereka yang sudah menjadi orang tua harus punya patriotisme. "Sejarah sudah membuktikan bahwa patriotisme adalah suatu kekuatan yang mampu mendorong kemajuan suatu bangsa," jelas Tony.

Diakhir wawancaranya, ia mengajak partisipasi para orang tua untuk mempersiapkan, melatih, dan mementor para pemuda karena merekalah yang akan menentukan masa depan bangsa ini.

"Selamat memperingati hari sumpah pemuda, mari kita pupuk terus semangat juang para pemuda untuk kebangkitan Indonesia," tutup Tony saat ditemui wartawan di kantornya di bilangan Sahid Sudirman, Jakarta baru-baru ini. (David)